Soppengtoday- Proyek pembangunan Jembatan Toddang Saloe di Desa Kessing kembali menjadi sorotan setelah hanya sekitar enam bulan selesai dikerjakan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Sejumlah bagian beton dilaporkan retak, berdebu, dan mengalami penurunan kualitas permukaan.
Ketua Monitoring dan Investigasi Lembaga HAM Indonesia (LHI) Kabupaten Soppeng, Afis, menilai kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya mutu pekerjaan serta pengawasan proyek yang dibiayai APBD 2025 sekitar Rp4,3 miliar itu.
Ia juga menyoroti kemungkinan penggunaan material di bawah standar serta kurang optimalnya pengawasan teknis di lapangan.
Afis mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
Ia menegaskan, infrastruktur yang dibiayai uang rakyat seharusnya mampu bertahan jangka panjang, bukan justru cepat mengalami kerusakan. Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan agar kualitas pembangunan lebih terjamin.